Tuesday, September 24, 2013

frown less, smile more in pangandaran beach


cepi, adul, acun, ronald
Pangandaran beach, mulai saat ini saya gak akan takut lagi sama yang namanya pantai, kena air laut siapa takut? tapi kalo untuk berenang di laut sih masi ragu, hehehe...
2minggu yang lalu widhi dapet cuti jadi kita main ke tasik trus lanjut pangandaran deh...
walaupun sehari sebelum berangkat saya gak bisa tidur trus karena takut ketinggalan travel tapi mata pandanya terbayarkan dengan semua senyum n kebersamaan sama temen", tapi sayangnya 2 orang temen kita gak bisa ikut karena ada acara di bandung.

Pantai Pangandaran adalah Objek wisata di Kabupaten Ciamis yang terletak di Desa Pananjung dengan jarak 92 km dari Kota Ciamis ke arah selatan. Dari Bandung kira'' berjarak sekitar 212 KM, tapi kita mampir dulu di tasik terus lanjutin perjalanan ke Ciamis trus Banjar dan sampe deh di Pangandaran.


  Di Kawasan Pangandaran, gak semuanya berupa kawasan pantai, tapi juga terdapat kawasan cagar alam seluas 530 Hektar yang didalamnya terdapat Goa-Goa Alam yang terbentuk ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. ada Goa Belanda sebagai tempat persembunyian jaman perang.
 
Goa Alam di cagar alam pangandaran ini didalamnya terdapat bebatuan stalagtit (endapan berbentuk batuan keras) dan batu-batuan granit yang menggantung di langit-langit goa. Jadi kita memerlukan bantuan senter untuk menikmati keindahan dalam goa, kita sih gak masuk ke dalem goa, serem ah gelap"an, lagipula kita mau liat pantai pasir putih yang masi banyak monyet disana. 
Berhubung monyet" ini adalah penghuni pantai dan cagar alam, mereka gak bole di ganggu apalagi dilemparin batu, cuma kita nya yang harus berhati" menjaga barang bawaan, makanan atau barang yang menarik bagi mereka pasti akan langsung diambil.

di cagar alam ini juga ada rusa n burung merak tapi saya takut untuk mengambil fotonya, takut camera saya diambil sama monyet hehehehe...

Jalan menyusuri cagar alam menuju pantai pasir putih menempuh jalan yang gak biasa alias naik turun gunung kaya hiking, cukup menguras keringat juga tapi yah itung" jalan kaki sehat, udara nya juga bersih ko, cuma mataharinya aja yang agak sedikit menyengat, jadi kalau main ke pantai jangan lupa untuk selalu bawa sunblock dgn spf min 30 yah biar kulit gak perih terpapar teriknya cahaya matahari.
 

 
Dari pantai pasir putih, kita naik perahu untuk kembali ke pantai dekat hotel kita menginap, perahunya cukup besar bisa muat sampai 10 orang kira", harga perorg nya 10rb rupiah dengan waktu sekitar 5 menitan, cukup mahal sih tapi asik juga diterpa angin di atas kapal sambil terkena cipratan air laut, saya juga tidak merasa takut untuk jatuh, tenggelam dll, yup i"m already beat up my phobia!!!... ^^ 
Di Pangandaran sini selain naik kapal, kita juga bisa sewa sepeda, ban ataupun papan surfing, banana boat, jetski, mancing, ataupun sekedar berenang aja, tapi saya memilih untuk menonton saja dari pinggir....
bestfren on the sand is "sandals"
 Finally matahari uda tenggelam, uda mulai gerimis juga n sirine uda dibunyiin berarti kita harus cepet" keluar dari laut, karena air laut sudah mulai pasang, bahaya bisa" terbawa arus kalau ada pengunjung yang membandel.... Back to hotel, mandi" dan tanpa sadar perut kita uda pada keroncongan. Langsung aja meluncur ke restoran seafood "Karya Bahari" yang sudah cukup terkenal dan selalu ramai sama penikmat seafood...
Cape, pusing, ngantuk sih uda pasti yah, tapi seneng bangetnya gak bisa dilukiskan sama ribuan kata-kata....
Oh iya harga penginapan di pangandaran bervariasi, kalau low season sekitar 100 rb - 250rb /malamnya tapi kalo lg high season alias musim liburan bisa naik sekitar 10-30%. Saran saya kalau ke pangandaran rame'' sama temen'' pilih Family Room aja, selain ada ruang tamunya, kita jadi bisa lebih banyak berinteraksi daripada pesen single room trus misah" masuk kamar langsung tidur, duhhhh gak rame banget kan? karena kita liburan utk have fun buang penat n sekedar tukar cerita sama temen... ^^

Sekalian ngerjain cepi yg agustus kemarin ni baru ulang taun, tiup lilin gak abis".... hihihi

Sebelum pulang ke Bandung, cowo" ni pada ngedongkrak ganti ban mobil dulu, soalnya ban nya bocor parah, untung aja gak kempes di jalan, jadi kita bisa pulang dgn selamat ke kota Bandung tercinta.... 

i hope u all always have a shell in ur pocket and sand in your shoes beach boys n girls...

Saturday, August 10, 2013

mendadak ciwalk...

 
long holidaaaaaay....
 cukup membosankan yaaaa liburan buat seorang guru honorer seperti saya... 
baru selesai libur kenaikan kelas, trus lanjut libur lebarannnn, 
huaaaaah jalan-jalan sih bole tapi bikin kanker alias kantong kering...
oke pertama" Happy Idul Fitri 1434H buat temen'' yg merayakan...
kedua, bukannya saya ga suka liburan, tapi ini liburannya bener'' lamaaaaaa bangettt dan membosankan buat saya yang terbiasa mobile alias ga kerja di blakang meja ky org kantoran...
ketiga, uda gatel pengen karaokean tapi tempat karaoke ga ada yg buka selama sebulan penuh di Bandung berhubung karenaaaa "ga usah disebutin lah ya alasannya''...
keempat, 7 agustus 2013 kemarin akhirnya saya buat janji ketemuan sama dessy, temen karaoke saya yang dengan tabah selalu menemani saya sing a song walaupun suara saya udah sama persis sama kaleng rombeng, hihihihi...
kita mau nongkrong di ciwalk, dengan harapan siapa tau ada tempat karaoke yang buka, duuuhhh hopeless banget yah kita....
iseng'' saya ajak billy si tong curhat idaman, trus ajak  harry pemadam kebakaran galau saya, dari situ mulailah dessy ajak sanny, harry ajak edu n iko, so secara ga sengaja kita berenam kumpul di ciwalk jadilah judulnya "mendadak ciwalk" bukan "mendadak dangdut" loh yaaaa... ^^
and semuanyaaaa temen SMA, uda pd membengkak juga pipinyaaaa...
basecamp perhentian pertama di Jogja xpress and then Mujigae, Pisetta ice cream, Jogja, and at least Platinum...
 ini sih jadi kuliner malem takbiran semalem suntuk, makannnnn terussss, ngobrolll terusssss, ga pulang" kalo ga tutup ni ciwalk hahaha...


“I think if I've learned anything about friendship, it's to hang in, stay connected, fight for them, and let them fight for you. Don't walk away, don't be distracted, don't be too busy or tired, don't take them for granted. Friends are part of the glue that holds life and faith together. Powerful stuff.” Jon Katz



thx for the octopus amigurumi dessy!!....



my zupercreative bff gave me an octopus amigurumi for my birthday's present...
i like it soooooo much.... 
it was soooo cuteee n adoreable....
i loved octopus a lot coz octopus has 8 pieces arms (tentacles)so it can do 2,3 and not impossible 8 activities at once, greatly saving more time.
 if i were an octopus,
 i don't have to worry about wasting time again... 
Besides that, octopus has excellent sense of touch, weapon that is black ink to protect themselves from predators attack, and the most common secondary defense is fast escape... 
Moreover the octopus form is ugly and disgusting but in mythology the octopus is the lone survivor of the previous, alien universe... 
so in other words octopus is alien in the sea, i'm the ugly pretty octopus and i'm proud of it...

 “There is nothing better than a friend, unless it is a friend with chocolate.”
-Linda Grayson-

narsis with mr.watanabe ^^


Mr.Watanabe or we can called him Watanabe sensei is our native speaker from japan. it's already a year he's become native speaker at Japanese Literature in Maranatha Christian University...


Watanabe sensei likes to drink liquor, beer and also smoke a lot...
i think he's quite handsome, friendly and kind...
he wants to learn sundanese language too... wow!!!
and he's also "NARSIS" for sure.... hahahaha...

he act like okama (banci)... XD
Nice to know u mr.watanabe ^^...



ngabuburit di TaHuRa Ir.H.Djuanda...

apa sih TaHuRa?...

Tahura kepanjangan dari Taman Hutan Raya... 
yup!! di tengah hiruk pikuk kota Bandung yang mulai sering macet nyaingin kota Jakarta ini ternyata masih ada Hutan juga loh...

Bulan puasa kemarin, saya bersama teman-teman kuliah tadinya mau ajak native speaker sasjep marnat buat keliling jalan-jalan tapi sayangnya beliau sedang sakit, berhubung udah tanggung ngumpul ya kita lanjutin aja jalan-jalannya, tujuan kita ya ke Tahura ini...
Biaya masuk ke Tahura untuk 1 mobil roda 4 dan 6 org pengunjung, kita cuma ditarik biaya sebesar 73 ribu rupiah saja, cukup terjangkau yah.
Oke deh kita mulai aja yah ceritain sedikit tentang sejarah Taman Hutan Raya Ir.H.Djuanda ini...


Sejarah Singkat

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda awalnya berstatus sebagai hutan lindung (Komplek Hutan Gunung Pulosari) yang batas-batasnya ditentukan pada tahun 1922.

Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara otomatis status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan.

Kawasan hutan ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Bapak Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah yang pada waktu itu menjabat sebagai Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan dari Bapak Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Bapak Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian). Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. 

Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. H. Djuanda, maka Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir.H.Djuanda. 

(http://tahuradjuanda.jabarprov.go.id/tentang-tahura/sejarah-singkat/)

 

Ada 2 goa di Tahura yaitu GOA BELANDA dan GOA JEPANG...

Goa Belanda 


Semula kawasan yang sekarang ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah bentangan pegunungan dari Barat sampai ke Timur yang merupakan “tangki air raksasa alamiah” untuk cadangan di musim kemarau. Di daerah Aliran Sungai Cikapundung yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda pada masa pendudukan Belanda dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok yang merupakan PLTA pertama di Indonesia pada tahun 1918, dimana terowongan tersebut melewati Perbukitan batu pasir tufaan.


Pada masa pendudukan Belanda, perbukitan Pakar ini sangat menarik bagi strategi militer, karena lokasi nya yang terlindung dan begitu dekat dengan pusat kota Bandung. Menjelang Perang Dunia ke II pada awal tahun 1941 kegiatan militer Belanda makin meningkat. Dalam terowongan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bengkok sepanjang 144 meter dan lebar 1,8 meter dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong dan 2 pintu masuk se-tinggi 3,20 meter, luas pelataran yang dipakai goa seluas 0,6 hektar dan luas seluruh goa berikut lorong nya adalah 548 meter. Selain untuk kegiatan militer, bangunan Goa ini digunakan untuk stasion radio telekomunikasi Belanda, karena station radio yang ada di Gunung Malabar terbuka dari udara, tidak mungkin dilindungi dan dipertahankan dari serangan udara.
Meskipun akhirnya belum terpakai secara optimal, namun pada awal Perang Dunia Ke II dari stasion radio komunikasi inilah Panglima Perang Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten melalui Laksamana Madya Helfrich dapat berhubungan dengan Panglima Armada Sekutu Laksamana Muda Karel Doorman untuk mencegah masuknya Angkatan Laut Kerajaan Jepang yang mengangkut pasukan mendarat di Pulau Jawa. Sayang sekali usaha ini gagal dan seluruh pasukan berhasil mendarat dengan selamat dibawah komando Letnan Jendral Hitosi Imamura.

Saluran/terowongan berupa jaringan goa di dalam perbukitan ini dinamakan Goa Belanda. Pada masa kemerdekaan Goa ini pernah dipakai atau dimanfaatkan sebagai gudang mesiu oleh tentara Indonesia. Goa Belanda saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh dengan nilai sejarah.

(http://tahuradjuanda.jabarprov.go.id/obyek-wisata-alam/goa-belanda/)

 

Goa Jepang

Tanggal 10 Maret 1942 dengan resmi angkatan Perang Hindia Belanda dengen pemerintah sipil-nya menyerah tanpa syarat kepada Bala tentara Kerajaan Jepang dengan upacara sederhana di Balai Kota Bandung. Setelah upacara Panglima Perang Hindia Belanda Letnan Jendral Ter poorten dan Gubernur Jendral Tjarda Van Stakenborgh ditawan di Mansyuria sampai perang dunia II selesai.


Begitu instalasi militer Hindia Belanda dikuasai seluruhnya maka tentara Jepang membangun jaringan Goa tambahan untuk kepentingan pertahanan di Pakar, dimana letaknya tidak jauh dari Goa Belanda. Konon pembangunan goa ini dilakukan oleh para tenaga kerja secara paksa yang pada saat itu disebut “romusa” atau “nala karta”. Goa tambahan ini yang terdapat di daerah perbukitan Pakar tepatnya berada dalam wilayah Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda mempunyai 4 pintu dan 2 saluran udara. Dilihat dari lokasi dan bentuknya Goa ini diperkirakan berkaitan dengan kegiatan dan fungsi strategis kemiliteran. Lorong-lorong dan ruang-ruang yang terdapat pada Goa ini dapat dipergunakan sebagai markas, maupun tempat penyimpanan peralatan dan logistik. Selama pendudukan Jepang di Indonesia, daerah Pakar yang sekarang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dipergunakan untuk ke-pentingan militer dan tertutup untuk masyarakat.


Goa tambahan yang dibangun pada masa pendudukan Jepang dinamakan Goa Jepang. Goa Jepang saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh pesona karena alam sekitarnya yang sangat indah dan memiliki nilai sejarah.

Menurut saya,Goa Jepang ini cukup menyeramkan, saya dan 2 org teman saya tidak berani masuk karena hawanya bikin bulu kuduk berdiri alias merinding disko, hawa negatif alam gaib nya cukup kuat...

( http://tahuradjuanda.jabarprov.go.id/obyek-wisata-alam/goa-jepang/)

 

Keliling di Tahura cukup menguras keringat, perjalanan singkat kami harus diakhiri karena waktu buka puasa sudah dekat, teman saya yg menjalankan ibadah puasa pun sudah cukup lelah karena perjalanan kami di Tahura bisa dibilang hiking mengelilingi gunung...

Jam Operasional TAHURA:
08.00 s/d 16.00 WIB
Buka Setiap Hari (Hari Kerja & Hari Libur)
Tiket Masuk:
  • Wisatawan Nusantara: Rp. 10.000,-
  • Wisatawan Mancanegara: Rp. 75.000,-
  • Kegiatan Foto Komersial: Rp. 200.000,-

  “The most important reason for going from one place to another is to see what's in between, and they took great pleasure in doing just that.”
-Norton Juster, The Phantom Tollbooth-

Tuesday, July 23, 2013

when heart talk, is doubt that a lie?...

when heart talk, is doubt that a lie?
i can't explain, u don't understand...

ketika hati bicara, masihkah ragu itu sebuah dusta?...

sebuah pernyataan yang terlintas dalam benak saya sambil menunggu datangnya pagi di bawah terangnya sinar purnama yang sendiri.

hampir setiap malam saya agak sulit untuk cepat tertidur jadi sambil beres" lemari yang dipenuhi oleh kertas" yg bercerita sewaktu jaman kuliah dulu. Mata saya tertuju pada setengah lembar kertas usang dengan tulisan tangan yg sy kenal dengan jelas...
Ternyata itu sebuah puisi amatiran yang dituliskan oleh saya bersama dengan nenk (teman kuliah sekaligus bff saya sampai sekarang ini).

Sambil tersenyum-senyum kecil dengan mata setengah mengantuk, saya mulai membaca puisi pada secarik kertas tersebut yang isinya seperti ini :

"diantara deburan ombak, kutanya siapa dirimu
diantara desiran angin, kutanya dimana dirimu,
diantara ilalang yang tinggi pohon-pohon yang rindang dan bunga-bunga yang cantik, kutanya siapa pencuri hatiku
tetapi
aku lupa bahwa aku bukan cemara dan bukan pula kamboja,
aku adalah tangkai yang patah tanpa sengaja
getahku panas, berbuih putih, merintih, menghamba dan mengiba,
wahai alam kupinjam sinar bintangmu sebagai penerang,
biar aku tahu dimana lagu rinduku,
biar aku tahu mengapa aku rindu"

aahhh puisi ini benar" menggambarkan suasana hati saya saat ini...
hati saya rindu pada seseorang tetapi pikiran saya ragu apakah dia merindukan saya juga atau tidak? mungkin sepertinyaaa tidak yaaa...

an instant change in mood from happiness to sad, indicates that u're missing someone #firstworldfact

Sunday, June 9, 2013

"tong curhat"

galau...
siapa sih yg ga kenal kata "galau" ???... hehehe...
galau bisa aja diartiin banyak pikiran, uneg", kesel, bete, sedih, dll yang harus dikeluarin as soon as possible... 
kalo ga dikeluarin dari otak n hati lama" bisa numpuk jadi penyakit, ato juga bisa jadi amarah yg suatu saat pasti akan meledak" ga terbendung...
Biar hati adem, pikiran juga tenang, kita bisa usir kegalauan dengan curhat...

curhat ama siapa?
bisa aja ama keluarga, diary, dogi, kucing, tanaman, tembok, menulis blog, tetangga ato juga ama temen...
saya sih prefer curhat sama temen yah, karena ngerasa lebih nyaman aja, tapi temen curhat juga harus pilih" loh, pilih temen curhat yg ga ember, syukur" bisa kasi solusi wat masalah kita, klo ga dapet solusi juga gapp sih dengan curhat ngeluarin semua uneg" kita juga uda bikin hati rasanyaaa plong banget n beban berkurang, stress juga pergi jauh" deh n gada yang namanya galau...


blee, me, yoyo n harry

temen curhat saya sebagian besar cowo, karena emang dasar tomboy jadi berada di lingkungan temen" cowo saya ngerasa lebih nyaman aja, mereka juga ga menghakimi saya ketika saya salah, nasehatin yang bener, atopun ketika saya berkelakuan buruk sekalipun mereka tetap menerima saya apa adanya, they didn't judge me by my bad attitude but they see me as myself... 



saya berteman dengan mereka sejak duduk di bangku SMA, tadinya cuma kenal gitu aja, sekelas, jadi temen sebangku, trus sama" suka gambar, berdarah seni, ikut dekor bazzar bareng, nginep bareng di sekolah, trus ikut test masuk seni rupa itb bareng tapi gada yg lolos and then lama" jadi temen curhat... 
tiga"nya hobi foto n udah jadi fotografer, saya sih jadi modelnya aja deh, foto" sepuasnya ampe mereka udah bosen mungkinn yah... ^^
Billy, i called him lele soalnya dia suka ngejek" saya gurita, jadi sy panggil dia lele, dan kebetulan dia punya kumis tipis persis lele, blee ni IT programmer di PT.WINGS n hobi fotografi jugaaaa, pecinta kucing bangetttt, anti sm yg namanya gadget, lbh suka sms ato telpon langsung, hariiii gini masih ada makhluk langka kaya dia yahhh, hahaha...
Harry, i called him ojiichan (grandpa) soalnya klo nyeramahin saya bisa panjang lebar udah kaya kakek" aja nasehatin cucunya hihihi, he's a basketball player, asisten pelatih basket n juga seorg design product and prewed/wedding photographer...
Yohanes, i called him yoyo si abang tukang poto. yoyo ni seorang web designer n photographer jugaa loh, pemalu yang kdg" suka malu"in, punya ciri khas kempot di pipi klo senyum yg bikin jd maniss tp dia terlalu pemikir yg bikin rambutnya mulai dipenuhin uban tp gamau ngecat rambutnya jd item, ohya yoyo sm pacarnya usaha kue pia kabayan yg uda banyak tersebar di bandung, kalo ada yang pengen coba bisa add pin BB nya : 2142225D ato whatsapp : 08562125884...

setelah sekian lama kita cuma curhat"an di whatsapp, bbm, sms, telpon"an at least today ketemuan jugaaa ama merekaa, puas"in cerita dehhh ampe eneg...^^

udah pada punya temen curhat blom niiih? 
mulai sekarang jgn suka nyimpen kesel ato memendam emosi sendiri deh soalnya bahaya banget bisa jadi penyakit n juga stress akut...

saya sebut teman" curhat saya sebagai "tong curhat", yang ga ada abis"nya nampung semuaaaa ceritaaa yang seru"...

oh iya sambil curhat, one of my bestfren, billy ultah kemarin, jadi sekalian aja suru tiup lilin, biar umur tambah terus tapi jiwa harus tetep muda donk tentunya...

blee's b"day

my advice : u should have ur own "tong curhat" for ur health...